Choirul Huda saat ditandu keluar lapangan usai insiden dengan rekan satu timnya, Ramon Rodriguez. (detikcom)

Lamongan, MENTARI.ONLINE Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal dunia setelah mengalami cedera dalam laga melawan Semen Padang FC, Minggu (15/10/2017). Cedera dialami Choirul Huda seusai bertabrakan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodriguez.

Meninggalnya Choirul Huda banyak yang menghubungkannya dengan hipoksia. Faktor risiko apa saja yang membuat hipoksia bisa terjadi? Lalu apa itu hipoksia?

Dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD dr Saiful Anwar, Malang, dr Anshori SpPD mengatakan secara harfiah, hipoksia dalah kondisi kekurangan oksigen pada jaringan. Kemunculan hipoksia dipicu gangguan tubuh untuk melakukan pertukaran oksigen.

Gangguan tubuh yang dimaksud bisa terjadi pada gangguan peredaran darah (circulation), usaha nafas (breathing), jalan nafas (airway) serta gangguan ABC. Misalnya gangguan pada jalan napas akut yang disebabkan ada benda asing atau darah yang masuk ke jalan napas.

“Atau adanya kecelakaan pada daerah kepala. Pada kondisi ini harus segera membebaskan jalan napas dengan teknik tertentu,” kata dr Anshori.

Contoh lain misal pada obstructive sleep apnea di mana terjadi sumbatan jalan napas yang terjadi pada kondisi kronis.

Selanjutnya, pada breathing atau usaha napas, biasa orang terlihat sesak napas, kemungkinan karena adanya kelemahan otot atau gangguan pada kontrol pernapasan. Karena itu, kata dr Anshori, harus dibantu pernapasannya dengan napas buatan atau alat bantu napas.

“Selain itu pada orang-orang dengan penyakit paru kronis juga bisa terjadi hipoksia karena adanya gangguan pada pernapasannya,” terangnya.

Choirul Huda saat ditandu keluar lapangan usai insiden dengan rekan satu timnya, Ramon Rodriguez. (detikcom)

Kemudian pada circulation atau peredaran darah, dr Anshori mengatakan bahwa hal ini berpengaruh pada sirkulasi jantung dan aliran darah. Pada jantung misalnya terjadi henti jantung mendadak pada sindroma jantung koroner akut. Ketika tidak ada oksigenasi cukup ke jaringan tubuh, itu membuat hipoksia menjadi berat, bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Selain dari faktor darah, misalnya terjadi perdarahan atau kehilangan darah yang sangat banyak sehingga darah yang beredar sangat sedikit sehingga fungsi darah yang harusnya menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu, sehingga harus segera digantikan dengan cairan atau darah,” tutur dr Anshori.

Selain itu pada orang yang mengalami anemia berat bisa juga terjadi hipoksia, di mana sel darah merah sangat rendah dan mengganggu peredaran oksigen dalam darah.(joe/detikHealth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here