Ilustrasi. (Mentari.online)

Jakarta, MENTARI.ONLINE Perubahan gaya hidup dan mobilitas di era modern tak diragukan lagi membuat kebanyakan orang seperti dipaksa untuk mengurangi waktu tidur. Persoalan kurang tidur ini memang tak bisa diremehkan dan mestinya harus jadi perhatian bila tidur di bawah tujuh jam per malam menjadi rutinitas.

Seperti diungkapkan guru besar psikologi dan neurosains di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat. Pada era 1940-an orang biasa tidur sekitar delapan jam per malam. Sekarang di era modern, waktu tidur per malam rata-rata hanya 6,7 atau 6,8 jam.

“Jadi ada penurunan waktu tidur yang sangat besar dalam kurun 70 tahun. Dewasa ini kita kehilangan sekitar 20% dari waktu tidur orang-orang pada era 1940-an,” terang Walker, dilansir dari BBC, Selasa (25/7/2017).

Tekanan untuk bekerja lebih banyak, yang berimbas pada berkurangnya waktu untuk tidur, sudah seperti epidemi global dengan dampak yang mengkhawatirkan. Gaya hidup orang modern seperti kebiasaan minum kopi juga berpengaruh pada waktu tidur karena membuat kita lebih lama terjaga.

Bahkan demi meningkatkan kualitas waktu istirahat seringkali orang melakukan berbagai hal, misalnya yang terkait dengan pemanas ruangan bagi mereka yang mengalami musim dingin dan menggunakan air conditioning (AC) bagi yang berada di kawasan-kawasan bercuaca panas.

Namun menurut Walker, mengontrol faktor-faktor lingkungan bukan berarti tidak menimbulkan persoalan.”Jadi, sebenarnya ketika matahari terbenam, temperatur turun cukup tajam dan ketika matahari terbit, suhu udara perlahan naik ke level normal. Tubuh kita secara alamiah menyesuaikan diri dengan ‘pola panas’ dari alam,” jelas Walker.

Dengan mengggunakan alat seperti pemanas atau AC yang kita lakukan sebenarnya mengganggu mekanisme alami di tubuh kita, yang menjadi dasar kapan kita tidur.Persoalan kedua adalah cahaya biru kuat yang dikeluarkan oleh lampu artifisial dan peranti yang menggunakan layar LED.

Persoalan yang ketiga adalah teknologi dan media sosial. Banyak di antara kita yang masih mengirim email meski jam sudah menunjukkan tengah malam. Email adalah pintu ‘menuju gangguan-gangguan lain’.

Ilustrasi. (Mentari.online)

Bahkan seringkali orang memilih untuk memeriksa media sosialnya sebelum tidur, padahal kegiatan tersebut secara tidak langsung dapat mengurangi jam tidur.

Akhirnya kita terlambat tidur sementara esok paginya kita harus ke kantor. Menurut Walker, penyakit-penyakit serius yang muncul di negara-negara maju seperti Alzheimer, kanker, obesitas, diabetes, perasaan cemas yang berlebihan, depresi, kecenderungan bunuh diri, semuanya memiliki kaitan langsung atau kausalitas dengan kekurangan waktu tidur. (meu/pjk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here