Rachel Amanda
Rachel Amanda. (Yukepo.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Aktris Rachel Amanda pernah terdiagnosa memiliki penyakit kanker tiroid. Selama dua tahun, Artis yang akrab disapa Manda itu berjuang melawan kanker tersebut.

Kanker tiroid adalah salah satu jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid manusia. Sedangkan kelenjar tiroid merupakan kelenjar terbesar di tubuh manusia yang menghasilkan hormon tiroid, gunanya untuk mengatur fungsi-fungsi tubuh.

Belum banyak orang yang mengenal kanker ini, karenanya tingkat penyintasnya pun cukup tinggi. Kanker ini tiga kali lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding laki-laki.

Manda terdiagnosa penyakit tersebut pada tahun 2014 ketika usianya baru 19 tahun. “Pertama kali sadar itu berat badan kok turun terus, tapi leher bengkak. Lama-lama mulai mengganggu. Kalau lagi aktivitas jantung mulai berdebar terus, aku nggak kuat berdiri lama-lama, maunya duduk saja,” kata bintang film ‘Hearts’ itu seperti dilansir dari detikcom, Sabtu (29/7/2017).

Awalnya Manda didiagnosa terkena hipertiroid, yaitu kelebihan hormon tiroid. Namun setelah beberapa lama Manda mengatakan bahwa tumbuh tumor di tiroid sebelah kanannya yang mengharuskannya melakukan operasi pengangkatan tiroid.

“Ternyata dilihat tiroidku yang kecil sebelah kiri itu ditemukan anak sel. Akhirnya setelah itu diberitahu sama dokter ada kanker tiroid papilari,” jelas aktris dalam film ‘Kejora dan Bintang’ itu.

Setelah kedua tiroidnya diangkat, Manda harus mengonsumsi obat yang merupakan suplementasi hormon buatan setiap hari seumur hidup. Sekarang Manda dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan baik.

Dokter spesialis endokrinologi, dr Dante Saksono H, SpPD-KEMD, PhD mengungkapkan, kebanyakan kasus kanker tiroid ini memiliki gejala berupa adanya benjolan pada leher yang disebabkan membengkaknya kelenjar tiroid.

Namun pada beberapa kasus, benjolan ini tidak terlihat sehingga penting untuk melakukan deteksi dini dengan cara yang benar. Deteksi dini dengan cara raba, telan, dan rasakan bisa melihat adanya benjolan di leher yang memungkinkan bisa mempercepat penyembuhan dengan pengobatan yang tepat.

“Coba meraba kelenjar di leher, caranya adalah raba leher di depan cermin, telan ludah, lalu rasakan kalau ada yang bergerak dari bawah ke atas,” jelas dr Dante, dilansir dari detikcom, Sabtu (29/7/2017).

Rachel Amanda
Rachel Amanda. (Yukepo.com)

Namun menurut dr Dante, tidak cukup hanya dengan raba, telan, dan rasakan. Untuk deteksi dini yang lebih akurat dapat melakukan ultrasonografi tiroid (USG tiroid).

“Kalau diraba bisa dapat 3-7 persen dari populasi yang ada benjolan. Kalau di USG bisa setengahnya. USG ini adalah pemeriksaan imaging yang direkomendasikan oleh semua asosiasi dokter yang menangani kanker tiroid,” jelas Manda yang juga seorang penyanyi itu.

Selain USG bisa juga dilakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan atau sel yang kemudian diperiksa di laboratorium. Deteksi dengan cara ini dapat memprediksi benjolan tersebut termasuk jinak atau ganas. (meu/pjk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here