anak makan
Ilustrasi anak diajak makan

Jakarta,MENTARI.ONLINE – Memilih hal praktis dan cepat, kebanyakan orang tua enggan untuk membiarkan anaknya untuk makan sendiri. Padahal makan sendiri punya banyak manfaat bagi anak.

Anak yang belajar meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut diharapkan dapat menjadi lebih terampil dalam menggunakan tangannya untuk kegiatan positif lainnya seperti mewarnai atau menggambar.

Dijelaskan oleh psikiater anak Dr dr Tjhin Wiguna, SpKJ, bahwa dengan membiarkan anak makan sendiri maka akan ada stimulasi untuk gerakan motorik halusnya. Nah, bila anak selalu disuapi makanannya maka manfaat tersebut akan hilang.

“Padahal anak butuh interaksi, butuh bisa saling komunikasi, karena menurutku makan itu tidak semata-mata makan doang lho,” ujar dr Tjhin, dilansir dari detikcom, Jumat (26/5/2017).

anak makan
Ilustrasi. (harian.online)

dr Tjhin menambahkan bahwa belajar makan sendiri (self-feeding) harus dilatih sejak dini agar si anak aktif dalam berbagai hal nantinya. Saat anak sudah bisa menggenggam sesuatu ada baiknya untuk membiarkan ia makan sehingga jari-jarinya terstimulasi.

Badan Kesehatan Dunia atau yang biasa dikenal WHO merekomendasikan bahwa anak seharusnya diberikan camilan pada yang bisa digenggam mulai usia 9-11 bulan. Selain itu, menurut dr Tjhin anak usia 2-3 tahun sudah harus dibiasakan menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu yang kecil (utensil).

“Semakin dia belajar untuk pegang sendiri, lama-lama otot-otot motorik halusnya atau otot-otot kecilnya ini jadi kuat. Saat dia lebih besar lagi kita merangsang dia self-feeding pakai sendok garpu sesuai dengan ukurannya lama-lama dia makin terampil, berarti semakin kuat lagi,” jelas dr Tjhin, dilansir dari detikcom, Jumat (26/5/2017). (meu/pjk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here