gendongan bayi
gendongan bayi

Surabaya,MENTARI.ONLINE – Indonesia punya komunitas yang peduli dengan kaum ibu, dan keharusannya untuk menggendong bayi. Adalah Indonesia Babywearing Club, komunitas yang mengedukasi ibu-ibu tentang bagaimana memilih jenis gendongan dan cara menggendong bayi yang benar agar tidak cidera.

Nindy Nindita Sari, praktisi menggendong bayi dari Indonesia Babywearing Club mengungkapkan ada beberapa jenis gendongan yang lazim dipakai.

Pertama, ada jenis Pouch, berupa kain sederhana yang dibuat menjadi kantong dan dipakaikan pada satu bahu. Perlu dipahami, ketika menggendong bayi dengan pouch, ibu perlu tahu bahwa bayi dimasukkan dari atas, bukan dari bawah.

Serta, ukuran pouch harus sesuai dengan postur ibu atau penggendongnya. Pada beberapa jenis, ada yang kainnya dapat diatur panjang pendeknya sehingga tidak hanya ibu yang bisa memakainya.

Kedua, ada ring sling. ring sling hampir sama dengan kain jarik yang biasa dipakai menggendong oleh ibu-ibu di Jawa. Bedanya dengan pouch dan kain jarik, ring sling menggunakan cincin besi sebagai pengatur panjang pendeknya kain.

Untuk ring sling, detail yang perlu diperhatikan di antaranya posisi gendongan tidak terlalu jatuh, yaitu di sekitar bahu atau dada, kemudian saat digendong, kainnya bisa tersebar merata menopang tubuh bayi.

Ketiga, jenis wrap. Wrap dibuat dari kain lentur dan panjang, tetapi hanya dapat digunakan untuk posisi menggendong di depan, yaitu seperti sedang menyusui. Meski begitu Indy mengatakan gendongan jenis ini cocok untuk kangaroo care atau perawatan untuk bayi prematur karena membuat bayi lebih nyaman, dekat dengan ibunya.

gendongan bayi
gendongan bayi

Karena kainnya cenderung lentur dan mudah molor jika sering digunakan, pada beberapa merek akan tertulis petunjuk berat atau usia bayi yang diperkenankan menggunakan gendongan ini, semisal maksimal 9 kg/usia 6 bulan.

Keempat, ada jenis gendongan mehidai. Mehdai adalah metode gendongan yang banyak digunakan di Thailand, Myanmar, China dan sekitarnya. Tidak menggunakan buckle atau ceklekan tapi hanya tali-temali.

Jadi bayi diposisikan seperti duduk di belakang punggung ibu atau penggendong, lalu diikatkan silang di depan.Indy menambahkan, gendongan ini cocok dipakai oleh ibu-ibu yang telah mengalami skoliosis (tubuh menekuk ke samping).

Kelima, adalah jenis gendongan soft structured carrier. Jenis gendongan inilah yang paling banyak dicari, utamanya oleh para ayah yang ingin ikut menggendong buah hatinya. Cara penggunaannya juga mudah karena tinggal memasang buckle-nya saja.

Selain soft structured carrier, hipseat juga sedang ngetren di kalangan orang tua karena kepraktisannya. Bedanya, jenis ini sudah memiliki dudukan. Yang terpenting, pilih yang dudukannya empuk dengan memastikan materi di dalam dudukannya. Biasanya ada yang dari plastik, styrofoam ataupun gabus.

Indy pun memastikan jika bayi digendong saat bepergian, maka  kecenderungannya untuk menangis menjadi rendah karena ia merasa nyaman di dalam dekapan sang ibu. Dengan menggendong juga membuat bayinya tidak mengeluarkan energi terlalu banyak seperti meronta-ronta atau menangis karena dekat dengan ibunya. Tidak terlalu banyak bergerak juga baik untuk perkembangan si bayi.

Bagi ibunya, menggendong dapat mengembalikan postur ibu yang mengalami perubahan atau condong ke depan akibat mengandung selam a 9 bulan.

Bahkan Indy mengutarakan, menggendong ikut membantu mengurangi depresi yang dirasakan ibu pasca melahirkan sebab meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin karena terus berdekatan dengan buah hatinya. (meu/pjk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here