Bebas Gluten
Bebas Gluten

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Kebanyakan orang tua mengira gluten merupakan komponen makanan berbahaya dan beracun. Sehingga banyak yang menerapkan pola makan bebas gluten pada anak-anak mereka.Namun, justru bayi 7 bulan di Belgia, meninggal karena malnutrisi, penyebabnya karena orangtuanya memberi pola makan bebas gluten.

Diet bebas gluten adalah pola makan dengan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti gandum, tepung, atau kadang-kadang juga oats. Mereka harus menghindari makanan seperti pasta, roti, kue, cookies, biskuit crackers, makanan bersaus tepung, dan lain-lain.

Sebagai gantinya, mereka akan makan makanan yang sudah disebutkan, namun dalam versi bebas gluten, biasanya mengganti tepung terigu atau gandum dengan bahan lain seperti tepung beras.

Kadang-kadang komponen gluten juga terkandung pada makanan-makanan seperti daging olahan, saus tiram, nasi, perasa, pengawet, dan beberapa jenis obat-obatan.

Makanan yang aman dikonsumsi untuk orang-orang yang menerapkan diet bebas gluten diantaranya adalah daging, ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, nasi, kentang, lentil, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Pada kasus bayi meninggal di Belgia, diketahui orang tuanya memberi pola makan bebas gluten hingga menyebabkan malnutrisi pada si bayi. Bayi itu bernama Lucas dan hanya memiliki berat 4 kg saat meninggal.

Padahal berat bayi normal diusianya sekitar 8 kg. Hasil penyelidikan menunjukkan Lucas alami dehidrasi dan malnutrisi karena pola makan bebas gluten yang diterapkan orang tuanya.

Bebas Gluten
Makanan bebas gluten.

Dikutip dari Daily Mail Selasa (16/5/2017), ketika diautopsi perut Lucas bahkan didapati benar-benar kosong. Kedua orangtuanya juga dilaporkan tidak mencari pertolongan medis saat anaknya kritis.

Orang tua Lucas, Peter dan Sandrina sehari-hari menjalankan usaha toko bahan makanan alami. Susu quinoa, susu gandum, susu semolina dan susu buckwheat yang diberikan pada Lucas diambil dari tokonya sendiri.

Pengacara orangtua Lucas menduga bayi itu mengalami gangguan makan, dan menyatakan jika Lucas mengalami kram setiap diberi susu dalam botol, sehingga orangtuanya mencari alternatif dengan memberi jenis susu lain bebas gluten.

Sementara menurut dokter anak Elisabeth De Greef dari University Hospital of Brussels, menyatakan bahwa memberi susu quinoa pada bayi adalah hal terlarang. Karena jenis susu tersebut, tidak mengandung protein, mineral dan vitamin yang dibutuhkan bayi.

Faktanya, banyak orang tua yang menerapkan pola makan bebas gluten pada anak-anak mereka. Alasannya, orang tua kadang-kadang menilai anak mereka mengidap celiac disease tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Sampai saat ini tidak ada keuntungan yang sudah dibuktikan dari menerapkan pola makan bebas gluten, kecuali jika anak tersebut memang mengidap celiac disease atau alergi gandum.

Selain itu, menghindari makanan yang mengandung gluten berarti konsumsi lemak dan kalorinya akan lebih tinggi, sebab pada produk-produk bebas gluten yang dijual di pasaran biasanya mengandung lemak dan gula yang lebih tinggi dibanding dengan makanan aslinya. Hal ini dapat menyebabkan obesitas atau pradiabetes.

Menghindari makanan yang mengandung gluten bisa juga membuat anak-anak kekurangan beberapa nutrisi penting, terutama vitamin B, folat, dan zat besi.Produk makanan bebas gluten diperuntukkan bagi mereka yang memiliki masalah dengan protein gluten.

Jika anak tidak mengalami kondisi tersebut, sebaiknya orangtua tidak perlu memberikan produk makanan bebas gluten pada anak. Selain tidak memberikan manfaat yang spesial, produk makanan bebas gluten biasanya memiliki harga yang cukup mahal.

Beberapa peneliti mengatakan tidak ada bukti sensitivitas terhadap gluten pada orang-orang tertentu. Gejala-gejala yang timbul diyakini karena kandungan zat lain selain gluten.

Jadi anjuran diet bebas gluten tidak diyakini manfaatnya. Walaupun demikian, penelitian lain membuktikan sensitivitas terhadap gluten itu benar-benar nyata, walaupun dalam kadar yang berbeda-beda. Maka diet bebas gluten sangat bermanfaat bagi mereka yang sensitif terhadap gluten. (meu/pjk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here