Ilustrasi-tensi
Ilustrasi-tensi

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Bagi pasien hipertensi, konsumsi obat bisa membantu mengontrol tekanan darah. Namun, pengaturan gaya hidup seperti pola tidur, olahraga, dan makanan juga tak kalah penting untuk diperhatikan.

Soal konsumsi obat, yang sering jadi kekhawatiran adalah obat tersebut berpengaruh terhadap fungsi ginjal. Terhadap anggapan itu , dr Prasna Pramita mengatakan obat hipertensi harus dikonsumsi untuk menghindari tekanan darah yang selalu tinggi serta dampak buruk pada ginjal dan fungsinya.

Selain dengan obat, gaya hidup penderita hipertensi juga harus diatur agar sesuai dengan anjuran kesehatan. Misalnya tentang makanan. Penderita hipertensi jangan sampai mengonsumsi makanan asin.

Bisa mengonsumsi makanan asin namun ukurannya 1 sendok teh tiap hari. “Memang susah menghitungnya (konsumsi makanan asin),” kata dr Prasna Pramita SpPD dari RS Mayapada Jakarta Selatan, seperti dilansir detikHealth, Kamis (18/5/2017).

Agar memperoleh ukuran yang pas untuk mengonsumsi makanan asin bagi penderita hipertensi disarankan mengonsumsi air putih paling tidak delapan gelas tiap hari. Bila penderita hipertensi melakukan aktifitas olahraga, maka konsumsi air putih bisa ditambah 3-4 liter.

Selain itu, penderita hipertensi juga harus bisa mengelola stres walaupun agak susah karena kadang memang kepikiran kadang juga tidak. “Paling tidak berusaha agak cuek, tidak perlu terlalu dipikirkan, sehingga lebih ringan (bagi penderita hipertensi),” terang dr Prasna.

Ilustrasi-tensi
Ilustrasi. (istock)

Pola hidup lainnya yang perlu diatur oleh penderita hipertensi yaitu masalah jam tidur dan olahraga. Penderita hipertensi dianjurkan berolahraga ringan seperti olahraga sepeda statis, berenang atau berjalan di air.

HTidak dianjurkan untuk berolahraga berat seperti bermain tenis. Kalau bermain tenis menurut dr Prasna badan terpacu terus dan dikhawatirkan terlalu exited. “Kalau main tenis kan ada diamnya, lalu main lagi. Terus satu lawan satu kan ada emosionalnya yang secara tidak sadar bisa memicu rasa tegang,” kata dr Prasna.

Pengawasan terhadap tekanan darah dianjurkan setidaknya 2-3 kali dalam satu Minggu dilakukan pengukuran tekanan darah. Seseorang disebut terkena hipertensi apabila dalam dua kali pengukuran tekanan darahnya melebihi 140 per 100 mmHg. (jm/pjk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here