Rendhy Maulana
Rendhy Maulana

Jakarta – Baru-baru ini ada kasus seorang pemotor yang terkena bara api rokok pada mata sebelah kanannya sehingga mengalami iritasi parah. Terpaan angin yang kencang dapat meniup bara dan abu rokok ke arah belakang sehingga berisiko mengenai pengguna jalan lainnya.

Nasib kurang beruntung itu dialami oleh Rendhy Maulana. Dalam halaman Facebook-nya Rendhy bercerita bahwa mata sebelah kanannya mengalami iritasi parah hingga kesulitan melihat akibat kena bara rokok yang tertiup angin di jalan.

“Terimakasih buat pengendara motor yg hobi ngerokok sambil bawa motor. bara api rokok lo bikin orang bahaya,” tulis Rendhy menyindir dalam sebuah postingan yang sudah dibagikan lebih dari tiga ribu kali ini.

Kejadian yang menimpa Rendhy terjadi pada hari Rabu (10/5) lalu. Ketika itu ia sedang dalam perjalanan pulang mengendarai sepeda motor di daerah Kampung Melayu, Jakarta Selatan. Lalu tanpa ada peringatan tiba-tiba saja Rendhy mengaku mata sebelah kirinya terasa sangat perih. Ia berusaha mengendalikan laju sepeda motornya dan segera menepi.

Rendhy Maulana
Rendhy Maulana. (Facebook)

Rasa perih tak kunjung hilang dan ketika berusaha dibuka mata sebelah kanan Rendy tak bisa melihat sempurna. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pelan-pelan membawa sepeda motornya pulang lalu langsung mencari pertolongan dokter mata.

Pemeriksaan dokter menemukan ada bekas abu rokok pada mata Rendhy. Matanya mengalami iritasi parah namun masih bisa pulih.”Sekarang sudah saya buka (perbannya -red) walau masih blur. Buram kaya mata kalau dijerengkan dengan sengaja kan berbayang,” jelas Rendhy, dilansir dari detikcom, Selasa (16/5/2017).

Dalam halaman Facebook-nya, Rendhy berpesan agar seluruh pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama untuk para perokok. Berkaca pada kasusnya beruntung tidak terjadi insiden lebih serius seperti kecelakaan atau bahkan kerusakan mata yang permanen.

Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhumenegaskan, selain membahayakan orang lain akibat bara apinya itu, merokok sambil naik motor juga bikin konsentrasi buyar.

Dia melanjutkan, kecelakaan itu bukan hanya soal apes dan keselamatan itu bukan soal keberuntungan. Menurutnya, ada yang harus diantisipasi untuk menghindari kecelakaan.

“Kalau merokok, itu berarti dia memperbesar peluang kecelakaan pada dirinya. Karena kurang konsentrasi. Kurang konsentrasi karena kemungkinan kena abu rokoknya,” ucap Jusri, dilansir dari detikcom, Selasa (16/5/2017). (meu/pjk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here